matapelajaran.info  1 - Penjelasan Prefiks, Infiks, Suffix, dan Konfiks Lengkap

Penjelasan Prefiks, Infiks, Suffix, dan Konfiks Lengkap

Posted on

Penjelasan Prefiks, Infiks, Suffix, dan Konfiks Lengkap - Kata imbuhan merupakan kata tambahan yang ditambahkan pada kata dasar. Kata imbuhan dibedakan menjadi empat macam yaitu awalan, akhiran, gabungan awalan – akhiran, dan juga sisipan. Kata imbuha memiliki fungsi yang berbeda – beda tergantung pada jenisnya. Oleh karena itu mari kita bahas satu persatu kata imbuhan dalam Bahasa Indonesia.

a. Awalan (prefiks)

Merupakan kata imbuhan yang ditambahkan di awal kata dasar. Macam- macam:

- Awalan me- dan awalan pe-

Merupakan awalan yang menunjukkan kata kerja aktif.

Sedangkan awalan pe- menunjukkan kata benda.

Contoh: main

Me+rusak= merusak. Ex: saya minta maaf telah merusak radio Bapak

Pe+rusak= perusak. Ex: para petani bersiaga memberatas hama si perusak tanaman.

Kata dasar yang diawali dengan huruf L;M; N; dan R, tidak mengalami perubahan bentuk. Awalan me- dan pe- dapat mengalami perubahan jika bertemu huruf tertentu. Aturan – aturan awalan me- antara lain:

• Perubahan awalan me- menjadi men- dan awalan pe- menjadi pen- apabila bertemu dengan huruf C; D; J.

Contoh: kata dasar curi

Me + curi = mencuri (kata kerja aktif), ex. Kau telah mencuri hatiku

Pe + curi = pencuri (objek pelaku), ex. Dasar kau pencuri uang rakyat

• Awalan me – berubah menjadi mem- dan awalan pe- berubah menjadi pem- apabila bertemu kata dasar yang diawali huruf B; F; dan V.

Contoh:

Me+ Fitnah= memfitnah, ex. Dia telah memfitnah saya pak.

Pe+Fitnah= pemfitnah, ex. Jangan jadi pemfitnah saudaramu sendiri

• Awalan me- berubah menjadi meny- dan pe- menjadi peny- apabila bertemu dengan kata dasar yang diawali huruf S.

Baca Juga :  Pengertian dan Contoh Kata Dasar, Turunan, Majemuk, dan Kata Ulang

Contoh:

Me+sapa= menyapa. Ex: biasakan menyapa saudaramu terlebih dahulu, terutama yang lebih tua.

Pe+ suka= penyuka. Ex: tak sedikit wanita yang juga penyuka kesenian batu akik

• Jika awalan me- dan pe- bertemu dengan kata dasar yang diawali huruf P; T; dan K, maka huruf pertama kata tersebut diubah menjadi m atau n.

Contoh:

Me+telepon= menelepon. Ex: tadi padi aku meneleponmu tapi tak kau jawab.

Pe+telepon= penelepon. Ex: siapakah penelepon misterius ini???

- Awalan ber- dan per-

Awalan ber- berarti mempunyai, sementara awalan per- membuat arti pada kata dasar menjadi memiliki nilai kausatif, dapat pula menunjukkan perbandingan. Ketentuan

dalam awalan ber- dan per- yaitu apabila awalan ber- dan per- bertemu dengan kata yang diawali dengan huruf r maka awalan ber- berubah menjadi be- dan per- menjadi pe-.

Contoh:

Ber+Resiko = beresiko.

Per+Rokok= perokok.

Ex: perokok pasif jauh lebih beresiko dibanding peokok aktif.

- Awalan di- dan awalan ter- keduanya menunjukkan pengertian kata kerja pasif, awalan ter- menunjukkan arti ketidaksengajaan.

Contoh:

Di+tipu, aku ditipu anak kecil itu

Ter-tangkap.

Pencuri itu dapat dikenali karena wajahnnya tertangkap kamera CCTV

- Awalan se- membentuk satuan, kata benda, perbandingan

Contoh: se+bening. Subhanallah, wajahmu cerah sekali, sebening susu.

- Awalan ke- mementuk kata kerja yang tidak membutuhkan objek (kata kerja intransitif yaitu)

Contoh: Ke+luar. Ex: nanti malam aku mau ajak kamu keluar.

b. Infiks- Sisipan

Merupakan kata imbuhan yang disisipkan pada suku kata dasar. Tidak semua kata dasar dapat disisipkan imbuhan (infiks). Macam – macam infiks antara lain: -er-; -el-; em-; -in- .

Contoh:

Gigi dapat disisipkan –er- dan –el- menjadi gerigi dan geligi.

Baca Juga :  Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk Setara Secara Lengkap

Jari menjadi jemari

Kerja menjadi kinerja.

c. Sufiks – Akhiran

Yaitu kata imbuhan yang ditambahkan pada bagian akhir kata dasar. Macam- macam:

- Akhiran –kan berfungsi membentuk kata kerja

Contoh: terimakasih ayah-ibu atas gen yang kalian turunkan

- Akhiran –i membentuk kata kerja

Contoh: meski ada seribu wanita, tapi hanya kau yang aku cintai.

- Akhiran –an berfungsi:

• Menujukkan tempat: bendungan, lapangan

• Alat: jepitan, jemuran, dorongan

• Mengungkapkan waktu: tahunan, semseteran,

• Mirip : terong-terongan, cabe-cabean, rumah-rumahan

- Akhiran -wan, -wati menunjukan kata benda

Contoh: sejarahwan, sastrawati, dan lain – lain.

- Akhiran –i, –wi, -is, -iyah merupakan akhiran yang membentuk kata sifat.

Contoh: duniawi, alami, pesimis, dan lain –lain

- Akhiran –isme, isasi, merupakan imbuhan serapan yang berasal dari Bahasa Arab berfungsi menunjukan suatu proses tau paham ajaran tertentu.

Contoh: imunisasi, darwinisme, dan lain –lain.

d. Konfiks

– Gabungan Awalan-Akhiran

Merupakan kata imbuhan yang ditambahkan di awal dan juga di bagian akhir kata. Macam – macam:

- Gabungan

me – kan, berfungsi menunjukkan kata kerja,

Contoh: memamerkan, mengambilkan, mengajarkan, dan lain- lain

- Gabungan

ber – an, menunjukkan perbuatan yang diulang – uang, jumlah pelaku, atau kegiatan antara dua orang.

Contoh: bersalaman, berduaan, dan lain –lain

- Gabungan pe – an, menyatakan suatu proses atau aktivitas.

Contoh: peningkatan, penimbunan, pembenahan.

- Gabungan

per –an, menyatakn tempat, kata benda, atau kata kerja. Contoh:

Contoh: perempatan, perbudakan, pernikahan, dan lain –lain.

- Gabungan

ke – an membentuk kata benda.

Contoh: kebencian, kesayangan, kenikmatan, kebugaran, kesehatan, dan lain – lain.

- Gabungan se – nya mengungkapkan kata yang berulang – ulang yan berfungsi untuk mempertegas.

Baca Juga :  Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Internet dengan Baik

Contoh: Sepandai- pandainya tupai meloncat pasti jatuh juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *